Tuesday, February 12, 2008

re: antown prob

Sebenarnya saya ingin bertanya balik nih, abis gak gitu jelas sih masalahnya. Yang B mungkin lumayan jelaslah, tapi yang A apa dong masalahnya???? Kalau si A sendiri merasa dirinya tidak bermasalah terus apa dong yang harus dipermasalahkan????
Mmm.... sebenarnya perubahan baru bisa terjadi kalau ada keinginan dan usaha dari orang yang bersangkutan. Jadi solusi juga berada pada pihak B sendiri sih.
Kalau dia memang menginginkan adanya perubahan dalam hidupnya (i really don't know what she wants, because the explanation was really short;)) itu semua tergantung pada dirinya sendiri. Semua keputusan berada pada tangan si B.
Jika dia ingin keluar dari rumahnya dan mandiri (mungkin lho abis aku nggak tahu dia punya alternatif apa) pertimbangkan baik buruknya dan dampaknya bagi diri B dan bagi orang di sekitarnya, jika menurut B hal itu dapat memberikan hal yang positif kenapa nggak dilakukan??? Tul nggak???
Kepada Antown (nama u beneran antown???? or anton???)
Bisa diperjelas dikit nggak masalahnya??? Apa saja yang diinginkan dan diharapkan oleh A dan B? Give the other comment yah???
Surely I will help you out deh. hehehehe

2 comments:

antown said...

Oke saya akan memberikan sedikit penjelasan tambahan. Perlu diketahui bahwa si A (kakak) nasib hidupnya lebih beruntung karena mendapat perlakuan yang lebih baik dari si B (adik). Bayangkan saja, si A sudah di kuliahkan, sempat dikursuskan Bahasa Inggris dan (juga) komputer. Jarang atau hampir tidak pernah dijadikan sasaran empuk sama Ibu tirinya. Tapi si A juga mempunyai belas kasihan sama si Adik. Barangkali dia tidak mampu menahan emosi atau mengkomunikasikan perihal itu kepada orangtuanya.

Si A memang sedikit introvert. Dia tidak banyak bicara saat sesuatu sedang terjadi di depan matanya. Termasuk saat orangtua (bapak) nya sedang sakit sekalipun. Dia lebih menikmati hidupnya saat dirinya bisa bermain game online lagi. Yang uangnya entah bersumber dari pemberian adik atau minta orang tuanya. Tabungan si Adik semakin menipis karena dikuras kakaknya, bahkan terkadang si adik terpaksa harus gali lubang untuk memenuhi permintaan kakaknya. Padahal si adik sangat jarang sekali punya uang. Dia bantu orangtuanya di warung pun belum tentu dapat uang jajan bulanan. Ini serius, dan benar2 terjadi.
Mereka berdua belum jelas masa depannya.

Si B tidak mungkin keluar dari rumahnya, mau hidup di jalanan? tentu tidak mungkin. Dia baru dua tahun lulus dari SMA. Coba dibayangkan bagaimana kondisi psikologisnya, bagaimana pola pikir dan perilakunya. Mau pergi ke rumah sodara yang lain? dia punya beban karena dia ingat bapaknya sedang sakit-sakitan dan membutuhkan tenaganya. si B merasa dilematis. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak ada pilihan lain selain merasakan cobaan demi cobaan yang dia rasakan setiap hari.

Begitu ceritanya, kalo butuh tambahan penjelasan lagi akan saya berikan.
Panggil saja saya anton, tapi blog saya menggunakan "antown" (silakan googling dan temukan kejutan di dalamnya). apaan sih?
gak penting ya?!

Oke jawabannya ditunggu yak, kalo sekiranya butuh lebih privasi bisa via mail aja gpp.

Thx

Anonymous said...

Oke saya akan memberikan sedikit penjelasan tambahan. Perlu diketahui bahwa si A (kakak) nasib hidupnya lebih beruntung karena mendapat perlakuan yang lebih baik dari si B (adik). Bayangkan saja, si A sudah di kuliahkan, sempat dikursuskan Bahasa Inggris dan (juga) komputer. Jarang atau hampir tidak pernah dijadikan sasaran empuk sama Ibu tirinya. Tapi si A juga mempunyai belas kasihan sama si Adik. Barangkali dia tidak mampu menahan emosi atau mengkomunikasikan perihal itu kepada orangtuanya.

Si A memang sedikit introvert. Dia tidak banyak bicara saat sesuatu sedang terjadi di depan matanya. Termasuk saat orangtua (bapak) nya sedang sakit sekalipun. Dia lebih menikmati hidupnya saat dirinya bisa bermain game online lagi. Yang uangnya entah bersumber dari pemberian adik atau minta orang tuanya. Tabungan si Adik semakin menipis karena dikuras kakaknya, bahkan terkadang si adik terpaksa harus gali lubang untuk memenuhi permintaan kakaknya. Padahal si adik sangat jarang sekali punya uang. Dia bantu orangtuanya di warung pun belum tentu dapat uang jajan bulanan. Ini serius, dan benar2 terjadi.
Mereka berdua belum jelas masa depannya.

Si B tidak mungkin keluar dari rumahnya, mau hidup di jalanan? tentu tidak mungkin. Dia baru dua tahun lulus dari SMA. Coba dibayangkan bagaimana kondisi psikologisnya, bagaimana pola pikir dan perilakunya. Mau pergi ke rumah sodara yang lain? dia punya beban karena dia ingat bapaknya sedang sakit-sakitan dan membutuhkan tenaganya. si B merasa dilematis. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak ada pilihan lain selain merasakan cobaan demi cobaan yang dia rasakan setiap hari.

Begitu ceritanya, kalo butuh tambahan penjelasan lagi akan saya berikan.
Panggil saja saya anton, tapi blog saya menggunakan "antown" (silakan googling dan temukan kejutan di dalamnya). apaan sih?
gak penting ya?!

Oke jawabannya ditunggu yak, kalo sekiranya butuh lebih privasi bisa via mail aja gpp.

Thx